Tampilkan postingan dengan label Tugas BIndo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas BIndo. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Juni 2010

Potret Indonesia Masa Kini lewat pameran foto(Bag.1)


Lingkungan yang asri adalah idaman setiap orang. Lingkungan yang sehat adalah hak setiap insan. Tidak satupun makhluk hidup di dunia ini rela tempat hidupnya dikotori (dicemari). Namun apa yang terjadi sekarang ini? Harapan untuk hidup sehat hanyalah harapan, jika tidak diimbangi dengan perilaku yang ramah lingkungan. Sampah ada dimana-mana, pencemaranpun tak terhindarkan. Baik pencemaran tanah, air maupun udara.

Sampah merupakan masalah yang tak akan ada habisnya, karena selama kehidupan ini masih ada maka sampah pasti akan selalu diproduksi. Produksi sampah sebanding dengan bertambahnya jumlah penduduk. Semakin bertambah banyak jumlah penduduk, semakin meningkatlah sampah akan diproduksi. Seperti yang pernah kita saksikan di televisi beberapa saat lalu, bagaimana kondisi teluk Jakarta saat ini? “Pulau Sampah” itulah sebutannya. Bahkan beberapa tahun yang lalu pernah terjadi meledaknya tumpukan sampah dari sebuah TPA yang membawa korban. Dan tergenangnya beberapa daerah akibat bertumpuknya sampah karena pembuangan sampah ke bantaran sungai yang disusul dengan datangnya musim penghujan saat ini. Sekarang bagaimana solusinya?

Di dalam sampah sebenarnya tersimpan banyak energi. Jika kita mau mengelola sampah dengan serius dan dengan cara yang baik dan benar maka sampah bukanlah masalah. Sampah bahkan dapat menghasilkan sesuatu yang dapat kita manfaatkan dan mendatangkan penghasilan(uang).

Mengelola sampah sebenarnya tidaklah sulit. Melalui suatu pembiasaan menjadi suatu kebiasaan dan budaya. Untuk menciptakan kebiasaan hidup bersih dan sehat memang harus kita awali sejak dini, dimana dari kebiasaan itu akan terciptalah budaya untuk hidup bersih dan sehat. Selain itu, bagi sebagian masyarakat khususnya tingkat bawah, sampah merupakan mata pencarian. karena dengan mengais sampah mereka dapat menyambung hidup dan memberi nafkah bagi keluarga.


Kode : B1

Fotografer : Arifian, Unas

Judul : Sampah Nafkahku


Minggu, 18 April 2010

Resensi Novel 'Jodoh dari Surga'



ISBN : 979-3762-93-4

Penulis : Ifa Avianty

Ukuran :
13 x 19 cm.

Tebal :
148 (BW) hlm.

Cetakan :
2

Penerbit :
QultumMedia

Genre
: Romance-Comedy, Islamic Novel



Penulis lahir di Jakarta 21 Mei 1970 sebagai sulung dari 4 bersaudara yang semuanya cewek, dengan nama lengkap Ifa Avianty. Tumbuh di dunia cewek ternyata tidak membuat dia rumpi. Meskipun banyak orang bilang dia cerewet bin bawel, dia lebih nyaman bicara dengan caranya sendiri. Sejak kecil Ifa suka menulis, membaca, dan menggambar, atau mengutak-atik sesuatu.

Novel karya Ifa ini, cara berceritanya lucu, seru, segar kadang komikal, ringan, cerita yang dalem jadi gampang dimengerti. Baca novel karya Ifa, rasanya seperti sedang ngobrol dengan atau mendengarkan cerita dari sahabat! Marita W. Nurcahyadi (Mita), Sahabat, ibu rumah tangga, wirausaha, pecinta buku. Semua kisah diramu Ifa dengan gayanya yang khas, seringkali ngocol abis, tapi tetep bisa serius bahkan puitis. Ifa Avianty, penuh kejutan, segar, dari awal hingga akhir halaman!

Saya bukan penikmat fiksi dalam arti sesungguhnya. Saya lebih suka cerita yang simple. Dan novel yang satu ini ceritanya simple entertaining (seperti nonton film) tapi tetap punya pesan moral yang kuat. Saya harap Ifa juga kelak bisa menulis tema-tema lain yang lebih berat. Thobib Al Asyhar, Penulis buku-buku best seller Fikih Gaul, Sufi Funky, Bahaya Makanan Haram, dan Khadijah.

Saya lupa apa yang mendorong saya untuk membeli novel ‘tipis’ ini. Mungkin harganya yang ‘murah-banget’ menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi keputusan saya. Tapi, paling tidak satu yang saya ingat, gaya bahasa Ifa memang memikat saya dari awal saya meng’observasi’ novel ini sebelum deal dengan kasir dan membayarnya.

Untuk ukuran sebuah novel berlabel Islamic Novel, novel ini cukup ciamik dalam hal tata bahasa, sesuai dengan selera saya. Tidak terlalu membingungkan, mengalun sempurna dalam modernisasi kota besar, meskipun membuatnya menjadi terlalu ‘dangkal’ tergabung dalam lingkup novel bertema Islam. Ciri Islam hanya ditempelkan pada cerita tokohnya yang sering digambarkan salih-salihat, pintar mengaji, atau lontaran salam pada setiap kesempatan, plus aksesoris ‘kerudung’ dan jilbab pada tokoh wanitanya.

Sinopsis :

Nia, seorang perempuan muda enerjik, ceria, manja, sekaligus sensitif. Rissetyo, seorang eksekutif muda dengan pembawaan yang cool, tampang mirip Michael Bubble, pintar, kaya, namun terkadang penuh rahasia. Berawal dari perjodohan yang direncanakan orang tua kedua belah pihak, mereka dipersatukan dalam ikatan pernikahan. Nia yang sejak awal tidak setuju dengan cara perjodohan, terpaksa menerima pinangan Rissetyo dengan hati penuh protes. Perbedaan karakter, usia yang jauh, serta penerimaan mereka terhadap pernikahan, menimbulkan konflik yang khas penuh intrik namun tak jarang diselingi dengan dialog lucu. Belum lagi masa lalu menjadi ujian berat bagi pernikahan mereka. Silih berganti orang-orang dalam kenangan mereka datang tanpa diduga, menambah rumit perjalanan cinta mereka. Akankah akhir bahagia menghampiri? Atau justru kesedihan yang datang? Novel karya Ifa Avianty ini mencoba menyadarkan kita akan pilihan terbaik yang Allah kirimkan untuk kita.


Cerita yang dibangun Ifa sebenarnya sangat menarik karena dibuat dengan tumpukan konflik yang bergulung-gulung bak benang kusut yang susah diuraikan. Hidup serasa berwarna dengan ragam masalah pelik yang menghampiri tiap-tiap tokohnya. Dari mulai perjodohan yang terpaksa hingga isu poligami. Namun, daya tahan saya untuk menerima gunungan konflik ini ternyata tidak terlalu bagus. Saya malah mati bosan di tengah masalah-masalahnya. Kisah tragis salah satu karakter kuncinya pun tak mampu membangkitkan rasa iba yang biasanya gampang sekali hadir dalam setiap kesempatan saya membaca novel dengan tokoh kunci hidup bergelimang sengsara.

Kamis, 01 April 2010

Masalah Sepakbola di Indonesia


Sepakbola merupakan olahraga yang sangat popular di dunia, karena tidak hanya pria, wanita dan anak-anak pun menggemari olahraga asal negara Inggris ini. Pernyataan tersebut didasarkan pada observasi yang saya lakukan selama lebih kurang 5 tahun belakangan ini.

Indonesia merupakan salah satu negara yang menunjukkan ketertarikan penuh pada cabang olahraga yang satu ini, karena telah mempunyai kompetisi sendiri yang diberi nama Liga Djarum Indonesia dan diikuti kurang lebih 20 tim dari berbagai kota.

Di setiap kompetisi baik lokal maupun internasional, saya melihat beberapa perbedaan khususnya dalam hal penyelenggaraan pertandingan. Jika pada kompetisi internasional, pertandingan diadakan setiap akhir pekan, lain halnya pada kompetisi lokal yang mengadakan pertandingan sampai 2 kali dalam sepekan. Ini mengakibatkan prestasi sepakbola kita dari tahun ke tahun semakin menurun karena para pemain kelelahan dengan jadwal yang padat sehingga tidak memiliki waktu latihan yang lebih dan istirahat yang cukup.

Selain itu, supporter yang diharapkan menjadi pemain keduabelas di lapangan justru sering membuat kerusuhan, baik antar supporter maupun sesama pendukung klub. Ini mengakibatkan citra sepakbola tanah air semakin tercoreng di mata dunia.

Untuk memperbaiki kondisi persepakbolaan tanah air sekarang ini, diperlukan campur tangan dari semua pihak, khususnya pengurus PSSI agar lebih memperhatikan pengaturan jadwal pertandingan Liga Indonesia sehingga klub-klub dapat merotasi pemainnya di semua ajang yang diikuti. Selain itu, sanksi kepada pihak yang tidak bertanggung jawab seperti supporter yang sering membuat kerusuhan, bahkan wasit yang tidak fair harus mendapat perhatian lebih agar kedepannya sepakbola Indonesia dapat kembali berjaya tidak hanya di Asia, tapi di dunia.

Selasa, 09 Maret 2010

Kutipan

Pengertian:
Kutipan adalah pinjaman pendapat dari seorang pengarang atau seseorang,baik berupa tulisan dalam buku, majalah, surat kabar, atau bentuk tulisan lainnya, mau pun dalam bentuk lisan.


Prinsip Mengutip

a.Karena kutipan itu pada hakekatnya adalah pinjaman pendapat seseorang, maka pengutip jangan mengadakan perubahan, baik kata-katanya mau pun tekniknya. Bila penulis terpaksa mengadakan perbaikan, misalnya dianggap ada kesalahan, penulis harus memberi keterangan.
Contoh:
‘Tugas bank antara lain adalah memberi pinjam uang.’

Pengutip tahu bahwa dalam kalimat itu ada kata yang salah, namun pengutip tidak boleh memperbaikinya.
Cara memperbaikinya:
1.‘Tugas bank antara lain memberi pinjam [seharusnya, pinjaman, penulis] uang.’
2.‘Tugas bank antara lain memberi pinjam [Sic!] uang.’[Sic!] artinya dikutip sesuai dengan aslinya.
Cara 2) ini lebih umum.

b. Menghilangkan bagian kutipan
Dalam kutipan diperkenankan menghilangkan bagian-bagian kutipan dengan syarat bahwa penghilangan bagian itu tidak menyebabkan perubahan makna.
Caranya:
1.Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea.
Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi
2.Menghilangkan bagian kutipan yang lebih dari satu alinea.
Bagian yang dihilangkan diganti dengan titik berspasi sepanjang garis dari margin kiri sampai ke margin kanan)

Jenis Kutipan

a. Kutipan langsung: adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap
kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sumber teks asli
b. Kutipan tak langsung: adalah pinjaman pendapat dengan mengambil inti sarinya saja
c. Kutipan pada catatan kaki
d. Kutipan atas ucapan lisan
e. Kutipan dalam kutipan
f. Kutipan langsung pada materi

Cara Mengutip

a. Kutipan langsung

1) yang tidak lebih dari empat baris:
a) kutipan diintegrasikan dengan teks
b) jarak antar baris kutipan dua spasi
c) kutipan diapit dengan tanda kutip
d) sesudah kutipan selesai, langsung di belakang yang dikutip dalam
tanda kurung ditulis sumber dari mana kutipan itu diambil, dengan
menulis nama singkat atau nama keluarga pengarang, tahun terbit,
dan nomor halaman tempat kutipan itu diambil
2) yang lebih dari empat baris:
a) kutipan dipisahkan dari teks sejarak tiga spasi
b) jarak antar baris kutipan satu spasi
c) kutipan dimasukkan 5-7 ketukan, sesuai dengan alinea teks
pengarang atau pengutip. Bila kutipan dimulai dengan alinea baru,
maka baris pertama kutipan dimasukkan lagi 5-7 ketukan
d) kutipan diapit oleh tanda kutip atau tidak diapit tanda kutip
e) di belakang kutipan diberi sumber kutipan {seperti pada 1)}

b. Kutipan tak langsung

1) kutipan diintegrasikan dengan teks
2) jarak antar baris kutipan spasi rangkap
3) kutipan tidak diapit tanda kutip
4) sesudah selesai diberi sumber kutipan

c. Kutipan pada catatan kaki

Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu singkat saja. Kutipan diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks asli.

d. Kutipan atas ucapan lisan

Harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya (bila pembicara seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai kutipan langsung atau kutipan tidak langsung.

e. Kutipan dalam kutipan

Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat lagi kutipan.
Dalam hal ini dapat ditempuh dua cara:
1. Bila kutipan asli tidak memakai tanda kutip, kutipan dalam kutipan dapat mempergunakan tanda kutip tunggal atau tanda kutip ganda
2. Bila kutipan asli memakai tanda kutip tunggal, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip ganda. Sebaliknya bila kutipan asli memakai tanda kutip ganda, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip tunggal.

f. Kutipan langsung pada materi


Kutipan langsung dimulai dengan materi kutipan hingga perhentian terdekat, (dapat berupa koma, titik koma, atau titik) disusul dengan sisipan penjelas siapa yang berbicara.
Contoh:
“Jelas,” kata Prof. Haryati, “kosa kata bahasa Indonesia banyak mengambil dari kosa kata bahasa Sansekerta.”

Catatan: Kutipan yang panjang sebaiknya dimasukkan dalam lampiran

Pengumpulan Data


Pengertian: Data adalah semua bahan atau keterangan yang diperlukan untuk
menulis karangan. Data juga disebut informasi. Setelah dievaluasi
kebenarannya, data menjadi fakta.

1. Cara mengumpulkan data, antara lain dengan:
a. wawancara
b. angket
c. observasi
d. penelitian lapangan
e. penelitian pendapat
f. penelitian kepustakaan.

Wawancara atau interview

Pengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada informan. Pertanyaan telah disiapkan terlebih dahulu dan diarahkan kepada topik yang akan digarap. Bila ada informasi yang menarik dan perlu diketahui lebih lanjut, penanya dapat mengajukan pertanyaan baru di luar yang sudah disiapkan. Dalam wawancara hasil yang diperoleh bernilai tinggi, karena secara kualitatif dapat dipertanggungjawabkan. Namun wawancara hasilnya terbatas dan memerlukan waktu serta biaya yang cukup banyak

Angket

Pengumpulan data melalui daftar pertanyaan yang disiapkan secara tertulis dan dijawab secara tertulis. Dengan angket peneliti dapat memperoleh data yang cukup banyak yang tersebar secara merata dalam wilayah yang akan diselidiki. Namun kelemahannya, dapat terjadi salah faham sehingga jawaban berlainan dengan apa yang ditanyakan, ada pertanyaan yang tidak dijawab, atau bahkan ada formulir jawaban yang tidak dikembalikan.
Dengan demikian yang lebih baik adalah gabungan antara wawancara dan angket.

Observasi

Pengamatan langsung kepada obyek yang akan diteliti, dilakukan dalam waktu yang singkat. Observasi dapat dilakukan mendahului pengumpulan data melalui angket atau penelitian lapangan; dalam hal ini observasi bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang tepat mengenai obyek penelitian sehingga dapat disusun daftar kuestioner yang tepat. Sebaliknya observasi dapat pula dilakukan setelah pengumpulan data melalui angket atau kuesioner; dalam hal ini tujuan observasi adalah untuk mengecek sendiri kebenaran data dan informasi yang telah dikumpulkan.

Penelitian lapangan

Usaha pengumpulan data dan informasi secara intensif ke lapangan penelitian, disertai analisis dan pengujian kembali atas semua data yang telah dikumpulkan.

Penelitian pendapat

Pada penelitian pendapat proses pengamatan dapat terjadi berulang-ulang sehingga dapat timbul bermacam-macam pendapat atau kesimpulan sesuai dengan jumlah pengamatan atas peristiwa yang sama., tetapi masing-masing mempunyai ciri-ciri yang khusus. Oleh karenanya, semua bahan itu harus diolah kembali, semua pendapat yang pernah diambilnya harus digarap sekali lagi untuk menarik kesimpulan-kesimpulan baru. Kesimpulan itu merupakan reaksi penulis terhadap bahan-bahan observasi secara menyeluruh. Biasanya penggarapan kembali itu berbentuk menggabungkan atau mencari hubungan antar berbagai macam hal, mengadakan klasifikasi, dan sebagainya. Proses menemukan hubungan ini dapat berbentuk analisis atau sintesis. Analisis merupakan proses memecahkan sesuatu ke dalam bagian-bagiannya, sebaliknya sintesis adalah proses menggabungkan beberapa bagian atau unsur-unsur yang berdiri sendiri ke dalam suatu kesatuan.

Penelitian kepustakaan

Penelitian kepustakaan adalah usaha mengumpulkan keterangan melalui bahan yang telah ditulis. Dalam penelitian kepustakaan penulis harus sanggup mengadakan seleksi dari bermacam-macam tulisan, memilih, menimbang, menolak dan menyusun kembali bahan-bahan itu ke dalam suatu bentuk akhir. Penelitian kepustakaan melatih pengarang membaca secara kritis segala bahan yang ditemuinya.

Ada tiga golongan bahan bacaan:

1) bahan bacaan yang memberikan gambaran umum
2) tulisan yang harus dibaca, karena bahan-bahan yang diperlukan terdapat di situ
3) bahan bacaan tambahan yang menyediakan informasi untuk melengkapi karya tulis.

Cara Penyajian Data


Untuk menyajikan data cenderung lebih mudah apabila menggunakan beberapa cara di bawah ini:

1. Tabel
- Tabel satu arah (one-way table)
- Tabulasi silang (lebih dari satu arah ‘two-way table’, dll)
- Tabel Distribusi Frekuensi

2. Grafik
- Batang (Bar Graph), untuk perbandingan/pertumbuhan
- Lingkaran (Pie Chart), untuk melihat perbandingan (dalam persentase/proporsi)
- Grafik Garis (Line Chart), untuk melihat pertumbuhan
- Grafik Peta, untuk melihat/menunjukkan lokasi

Manfaat Tabel dan Grafik :

- Meringkas/rekapitulasi data, baik data kualitatis maupun kuantitatif
- Data kualitatif berupa distribusi frekuensi, frekuensi relatif, persen distribusi frekuensi, grafik batang, grafik lingkaran.
- Data kuantitatif berupa distribusi frekuensi, relatif frekuensi dan persen distribusi frekuensi, diagram/plot titik, histogram, distribusi kumulatif, ogive.
- Dapat digunakan untuk melakukan eksplorasi data
- Membuat tabulasi silang dan diagram sebaran data


Distribusi Frekuensi

Merupakan table ringkasan data yang menunjukkan frekuensi/banyaknya item/objek pada setiap kelas yang ada.
Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi lebih dalam tentang data yang ada dan tidak dapat secara cepat diperoleh dengan melihat data aslinya.


Distribusi Frekuensi Relatif
Merupakan fraksi atau proporsi frekuensi setiap kelas terhadap jumlah total.
Distribusi frekuensi relatif merupakan tabel ringkasan dari sekumpulan data yang menggambarkan frekuensi relatif untuk masing-masing kelas.


Grafik Batang (Bar Graph)
Bermanfaat untuk merepresentasikan data kuantitatif maupun kualitatif yang telah dirangkum dalam frekuensi, frekuensi relative, atau persen distribusi frekuensi.
Cara :
- Pada sumbu horizontal diberi label yang menunjukkan kelas/kelompok.
- Frekuensi, frekuensi relatif, maupun persen frekuensi dinyatakan dalam sumbu vertikal yang dinyatakan dengan menggunakan gambar berbentuk batang dengan lebar yang sama/tetap.


Grafik Lingkaran (Pie Chart)
Digunakan untuk mempresentasikan distribusi frekuensi relatif dari data kualitatif maupun data kuantitatif yang telah dikelompokkan.
Cara :
- Gambar sebuah lingkaran, kemudian gunakan frekuensi relatif untuk membagi daerah pada lingkaran menjadi sektor-sektor yang luasnya sesuai dengan frekuensi relatif tiap kelas/kelompok.
Contoh, bila total lingkaran adalah 360° maka suatu kelas dengan frekuensi relatif 0,25 akan membutuhkan daerah seluas (0,25)(360) = 90° dari total luas lingkaran.


Ogive

Merupakan grafik dari distribusi frekuensi kumulatif. Nilai data disajikan pada garis horizontal (sumbu-x).
Pada sumbu vertikal dapat disajikan :
- Frekuensi kumulatif, atau
- Frekuensi relatif kumulatif atau
- Persen frekuensi kumulatif
- Frekuensi yang digunakan (salah satu di atas) masing-masing kelas digambarkan sebagai titik. Setiap titik dihubungkan oleh garis lurus.


Tabulasi Silang
Tabulasi silang (Crosstabulation) merupakan metode tabulasi untuk merangkum data dengan dua atau lebih variabel secara bersamaan/sekaligus.


Diagram Scatter
Diagram scatter merupakan metode presentasi secara grafis untuk menggambarkan hubungan antara dua variabel kuantitatif.

Selasa, 02 Maret 2010

Deduktif vs Induktif


Berdasarkan letak kalimat utama

1) Paragraf Deduktif
=> Letak kalimat utama di awal paragraf
=> Dimulai dengan pernyataan umum disusun dengan uraian atau penjelasan khusus.

contoh:

Pemakiaan bahasa Indonesia di seluruh Indonesia dewasa ini belum dapat dikatakan seragam.perbedaan dalam struktur kalimat, lagu kalimat, dan ucapan terlihat dengan mudah. Pemakiaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan sering dikalahkan oleh bahasa daerah.
Di lingkungan persuratkabaran, radio, dan televisi sudah terjaga dengan baik. Para pemuka kitapun pada umumnya belum memperlihatkan penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Fakta-fakta di atas menunjukan bahwa pengajaran bahasa Indonesia perlu ditingkatkan.
Gagasan utama paragraf tersebut terdapat diawal paragraf (Deduktif), yaitu pemakaian bahasa Indonesia di seluruh Indonesia belum seragam.

2) Paragraf Induktif
=> Letak kalimat utama di akhir paragraf.
=> Diawali dengan uraian/penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum.

contoh:

Mungkin anda pernah mendengar tentang peristiwa perampokan mobil yang menimpa ronaldo, bintang sepakbola asal brasil, dua tahun silam. Dasar nasibnya sedang apes, saat mengendarai BMW X-5 di Rio Janairo, ia dihadang tiga perampok bersenjata. Mobil kesayangannya pun dibawa kabur perampok. Untunglah pemain asal internasionale Milan, klubnya saat itu cepat bertindak. Dengan menumpang kendaraan yang lewat ia segera menuju kantor polisi. Hanya dalam hitungan jam, mobilnya sudah ditemukan kembali di pinggir kota Rio. Jangan salah! Ronaldo tidak memakai jasa paranormal. Kebetulan mobilnya dilengkapi Automatic Verhicle Location (AVL), sistem pemantau lokasi kendaraan yang terhubung dengan satelit Global Positioning Sistem (GPS). Posisi mobil selalu dapat di ketahui dari peta digital yang terpasang di mobil atau operator pemantaunya. (Intisari, juni 2003).

3) Paragraf Campuran
=> Letak kalimat utama di awal dan di akhir paragraf
=> Kalimat utama yang terletak di akhir bersifat penegasan kembali, dengan susunan kalimat yang agak berbeda.

Berdasarkan isi, antara lain :

1) Paragraf deskripsi : kalimat utama tak tercantum secara nyata tema pargraf tersirat dalam keseluruhan paragraf biasa dipakai untuk melakukan sesuatu, hal, keadaan, situasi dalam cerita.

2) Paragraf proses : tidak terdapat kalimat utama pikiran utama tersirat dalam kalimat-kalimat penjelas memaparkan urutan suatu kejadian/proses, meliputi waktu, ruang, klimaks, antiklimaks.

3) Paragraf efektif : paragraf efektif ialah alinea yang memenuhi ciri paragraf yang baik alinea terdiri atas beberapa kalimat terdiri atas satu pikiran utama dan lebih dari satu pikiran penjelas tidak boleh ada kalimat sumbang ada koherensi antar kalimat.

Pengembangan Paragraf

Pengembangan paragraf dapat dilakukan dengan 2 pola, yaitu :

1. Pola alamiah : pola urutan yang sesuai dengan keadaan di alam. Pola ini meliputi pola :
a. Urutan waktu/kronologis
b. Urutan ruang/ special

2. Pola logis : pola pengembangan didasarkan atas jalan pikiran. Pola ini meliputi pola :
a. Pengambangan contoh
b. Klasifikasi
c. Familiaritas
d. Akseptabilitas
e. Umum-khusus
f. Sebab akibat
g. Klimaks-antiklimaks
h. Perbandingan